Belajar Fotografi Pemula, Pengertian ISO dan Apperature
JPC
  jpc@jpckemang.com   021-7180487
 
  • Gratis Ongkos Kirim Seluruh Indonesia S&K Berlaku

Articles

Belajar Fotografi Pemula Pengertian ISO dan Apperature

Belajar Fotografi Pemula Pengertian ISO dan Apperature

Banyak orang yang memiliki kamera Mirrorless atau kamera DSLR tanpa tahu cara mengatur cahaya yang masuk ke lensa dengan tepat.  Seperti kita ketahui, ada berbagai macam istilah dalam penggunaan kamera.


Mulai dari fitur-fitur dan kegunaan pada tombol kamera Mirrorless atau kamera DSLR, juga pengaturan cahaya untuk mendapatkan hasil dengan kualitas yang baik. Belajar fotografi untuk pemula sudah bisa Anda ikuti di mana saja.  Anda bisa memulainya dari pengenalan istilah pengaturan cahaya untuk fotografi pemula. Cara penggunaan kamera Mirrorless dan kamera DSLR pun tidak jauh berbeda.

 

Dalam dunia fotografi, ada tiga elemen dalam segitiga fotografi yang berhubungan dengan cahaya masuk dan langsung berinteraksi dengan kamera. Ketiga elemen tersebut saling terkait jika ada salah satu elemen berubah. Maka pada elemen lainnya akan mengalami perubahan akan mengakibatkan perubahan terhadap hasil jepretan. Elemen tersebut terdiri dari ISO, Aperture, dan Shutter Speed.  Mari membahas mengenai ISO dan Aperture serta perbedaannya dalam kelas belajar fotografi pemula.

Apa Itu ISO dan Aperture

Bagi Anda yang baru mau belajar fotografi pemula, Anda perlu mengetahui istilah-istilah dalam dunia fotografi.  Anda akan dihadapkan dengan beberapa istilah yang bisa Anda lihat pada layar kamera Mirrorless/DSLR ketika sedang mengambil foto maupun video.  Anda pasti akan menemukan istilah ISO dan Aperture.  Tapi, apakah Anda tahu apakah arti istilah itu?  Dan apa kegunaannya?

 

ISO adalah suatu ukuran untuk menentukan tingkat sensitivitas cahaya pada sensor kamera.  Jika Anda melakukan setting ISO dengan tingkat yang tinggi maka, akan semakin sensitif sensor cahaya-nya.  


Pengaturan ISO memiliki dua cara sesuai dengan kondisi tempat Anda mengambil gambar yaitu dengan pengaturan ISO rendah di tempat yang terang, Anda bisa mendapatkan hasil foto yang lebih akurat dan detail. Cahaya yang masuk membuat sensor kamera lebih kuat.

 

Sementara, jika Anda mengambil gambar di tempat yang minim cahaya, ISO tingkat tinggi menjadi lebih berguna.  Dengan adanya ISO tinggi Anda bisa mendapatkan foto dengan hasil yang lebih detail meski di tempat yang kondisinya minim cahaya,.


Pengaturan ISO ini bisa Anda lakukan sesuai dengan cahaya yang akan masuk ke dalam kamera Mirrorless / kamera DSLR. Kebanyakan kamera Mirrorless / kamera DSLR secara otomatis akan mengatur ISO dengan mode manual untuk mendapatkan hasil gambar yang baik.

 

Setelah Anda mengetahui apa itu ISO, selanjutnya akan dijelaskan apa itu Aperture. Aperture merupakan suatu ukuran berapa besar bukaan lensa atau lensa terbuka pada saat Anda mengambil foto.  Anda bisa melihat bukaan lensa di bagian depan kamera DSLR yang menjorok ke luar.  


Jika Anda memperhatikan lensa lebih dekat, Anda akan bisa melihat lubang rana yang bisa membuka maupun menutup.  Lubang tersebut merupakan tempat cahaya akan masuk ke dalam kamera Mirrorless / kamera DSLR.

Perbedaan Antara ISO dan Aperture

Dari penjelasan mengenai pengertian dari ISO dan Aperture, Anda akan mengerti apa perbedaan di antara keduanya.  ISO merupakan cara Anda untuk mengatur cahaya yang akan masuk ke dalam lensa kamera.  Jika Anda bisa mengatur ISO dengan tepat di tempat yang banyak maupun minim cahaya, Anda bisa mendapatkan hasil yang akurat.

 

Sementara Aperture merupakan cara Anda mengatur bukaan pada lubang lensa. Lubang tersebut yang akan menjadi tempat lewatnya cahaya.

Dengan mempelajari dan memahami kedua istilah tersebut, Anda sudah bisa memulai untuk mengambil gambar dengan kamera milik Anda. Dengan belajar fotografi pemula dari dasar, Anda bisa mengetahui peran pentingnya ISO dan Aperture dalam menghasilkan video dan gambar.


Lihat Produk Kamera DSLR Berikut


Baca Juga Artikel Berikut: Belajar Fotogragi Pemula Pengaturan ISO dan Apperature.