JPC
  jpc@jpckemang.com   021-7180487
 
  • Gratis Ongkos Kirim Seluruh Indonesia S&K Berlaku

Articles

Sebelum Hunting Foto Yuk Belajar Teknik Dasar Fotografi

Sebelum Hunting Foto Yuk Belajar Teknik Dasar Fotografi

Belajar Dasar Fotografi

Teknik dasar fotografi bukan sekedar tahu cara menekan tombol shutter secara tepat. Fotografi termasuk sebuah seni dan inovasi yang selalu berkembang.   Sehingga tidak cukup asal jepret, terlebih jika Anda bertujuan mengunggahnya di blog atau instragram pribadi. 


Jangan terburu-buru. Belajar fotografi baiknya dilakukan tahap demi tahap diawali dari dasar.  Karena itu sebelum berburu foto, berikut beberapa teknik dasar dalam fotografi dari para blogger, yaitu:

 1.     Pengenalan Bagian Kamera

Sebagai teknik dasar fotografi Anda harus belajar mengenali setiap bagian kamera. Pelajari setiap fitur dan fungsi dari semua tombol yang terdapat di kamera.  Hal ini penting seperlu memaksimalkan penggunaan kamera dan Anda pun jadi lebih mudah mengoperasikannya.

 

Banyak brand dan seri kamera untuk fotografi yang tampil berbeda.  Meski demikian, banyak fitur-fitur yang mirip.Sebuah kamera profesional terdiri dari lensa, tombol stabilizer, tombol pembuka lensa, tombol fokus, tombol pembuka flash, built in flash light, tombol shutter, grip, tombol navigasi, dan masih banyak lagi.  Kenali semua bagian tersebut dan cari tahu fungsi atau kegunaannya.

 2.     Teknik Menekan Tombol Shutter

Tombol shutter yaitu sebuah tombol untuk memotret.  Sekilas menekan tombol shutter terlihat mudah hanya tekan begitu saja.  Tentu tidak demikian, ada tata caranya sendiri. Dalam hal ini cara menekan tombol shutter dibedakan untuk kondisi auto fokus (AF) dan manual fokus (MF).

 

Bila kamera Anda dalam mode AF, arahkan kamera pada obyek yang ingin dibidik. Awali dengan menekan separuh (setengah) tombol shutter dan tahan dalam posisi setengah tersebut, maka secara otomatis fokus akan mengunci obyek tersebut.  Kondisi tersebut ditandai dengan adanya tanda kotak warna merah/hijau di titik fokus yang bisa dilihat pada viewfinder atau LCD monitor.  Selanjutnya Anda bisa menekan penuh tombol shutter untuk memotret. 


Pada kamera dengan teknologi terkini, yang memiliki layar monitor sentuh (touch screen LCD), Anda bisa menentukan titik fokus yang diinginkan pada objek yang ingin dibidik, hanya dengan menyentuh objek tersebut pada layar sentuh (touch screen) LCD monitor kamera Anda.

 

Adapun bila kamera dalam mode MF, caranya hampir sama.  Bidik obyek sasaran lalu tekan tombol shutter setengah.  Karena dalam mode MF, maka Anda perlu mengunci obyek secara manual dengan cara memutar ring fokus.  Putar ring ke kanan atau ke kiri sesuai jenis kamera yang digunakan sampai menemukan titik fokus yang ditandai dengan kedipan warna merah/hijau di layar viewfinder / LCD monitor.  Setelah obyek terkunci, tekan penuh tombol untuk menjepret obyek.

 3.     Mengenal Eksposure

Teknik dasar fotografi berikutnya mengenal exposure (eksposur) yang menentukan kualitas foto.  Terdapat beberapa mode eksposur dalam kamera DSLR yang sering disebut pula sebagai mode pemotretan.  Eksposur lebih baik dibentuk manual agar bisa memberi hasil seperti harapan.  Eksposur sendiri terbentuk atas 3 bagian utama seperti shutter speed, diafragma, dan ISO yang menjadi exposure triagle.  Kolaborasi ketiganya akan menghasilkan eksposur. 

 

Saat menekan tombol shutter, otomatis shutter akan terbuka dan tertutup dengan durasi tertentu.  Lama atau cepatnya shutter terbuka lalu tertutup itulah yang dimasud shutter speed.  Atur shutter speed sesuai kebutuhan fotografi Anda.  Dimana semakin lama shutter terbuka, akan semakin besar kesempatan cahaya masuk dan memberi hasil foto yang terang.

 

Adapun diafragma atau aperture merupakan besar kecilnya bukaan (rana) lensa.  Hal ini berkaitan dengan banyak sedikitnya cahaya yang masuk.  Semakin kecil nilai aperture, maka bukaan lensa semakin lebar yang berarti semakin banyak cahaya yang masuk dan memberi hasil foto lebih terang. 

 

Sementara ISO merupakan ukuran sensitifitas sensor kamera akan cahaya.  Pengaturan ISO dibutuhkan untuk memaksimalkan kualitas cahaya pada foto.  Karena saat pengambilan foto terkadang Anda dihadapkan pada kondisi minim cahaya.

Tentu masih banyak teknis dasar yang perlu dipelajari, sampai Anda bisa mengoperasikan sebuah kamera seperti seorang profesional.  Pelajari teknik dasar fotografi untuk menghasilkan foto seperti yang dihasilkan fotografer handal.