Aperture Adalah dan Pentingnya Memilih Aperture yang Tepat
JPC
  jpc@jpckemang.com   021-7180487
 

Articles

Pentingnya Memilih Aperture yang Tepat

Pentingnya Memilih Aperture yang Tepat

Aperture adalah salah satu dari tiga pilar penting dalam fotografi selain shutter speed dan ISO. Aperture dapat didefinisikan sebagai bukaan pada lensa yang dilewati cahaya yang masuk ke kamera. Konsep ini sama dengan cara kerja mata Anda. Saat Anda bergerak di antara lingkungan yang terang dan gelap, iris mata Anda akan mengembang atau mengecil, mengendalikan ukuran pupil Anda. Begitu juga cara kerja aperture pada kamera.

Anda dapat mengecilkan atau memperbesar ukuran aperture untuk memungkinkan lebih banyak atau lebih sedikit cahaya masuk ke sensor kamera Anda. Aperture dapat menambah dimensi pada foto Anda dengan mengontrol kedalaman bidang. Dengan sebuah cara, aperture dapat memberi Anda latar belakang buram dengan efek fokus dangkal yang indah pada foto jepretan Anda. Di sisi lain, aperture dapat memberi Anda foto tajam dari latar depan yang dekat hingga ke latar belakang yang jauh. Selain itu, aperture juga bisa mengubah pencahayaan gambar Anda dengan membuatnya lebih terang atau lebih gelap.

Pemilihan aperture yang tepat sesuai kondisi dan kebutuhan akan berperan penting dalam kualitas gambar yang akan Anda ambil. Artikel ini akan membahas cara memilih aperture yang tepat dalam pengambilan gambar Anda. Ada beberapa contoh pemilihan aperture yang bisa Anda coba berikut ini.

f/0.95—f/1.4 bukaan sangat besar

Aperture ini hanya tersedia pada lensa prima premium. Lensa tersebut memungkinkan untuk mengumpulkan sebanyak mungkin cahaya. Hal ini menjadikan aperture ini ideal untuk segala jenis fotografi cahaya rendah seperti memotret di dalam ruangan, langit malam, resepsi pernikahan dengan cahaya tidak terlalu terang, potret di kamar yang remang-remang, acara perusahaan, dan masih banyak lagi. Dengan f-stop yang lebar, Anda akan mendapatkan kedalaman bidang yang sangat dangkal pada jarak dekat, di mana subjek akan tampak terpisah dari latar belakang.

Rekomendasi Lensa Aperature f/0.95 - f/1.4

f/1.8—f/2.0  bukaan besar

Jika Anda ingin membuat hasil foto berefek bokeh, aperture adalah jawabannya. Beberapa lensa terbaik memiliki batas pada f/1.8 yang menawarkan kemampuan cahaya rendah yang sedikit lebih rendah. Anda dapat menghasilkan gambar bokeh yang berestetika dengan menggunakan aperture ini. Pemotretan antara f/1.8 dan f/2.0 biasanya mendapatkan kedalaman bidang yang memadai untuk subjek pada jarak dekat sambil tetap menghasilkan efek bokeh yang baik.

Rekomendasi Lensa Aperature f/1.8 - f/2.0

f/2.8—f/4.0  bukaan sedang

Sebagian besar lensa pembesar dari kamera profesional memiliki aperture yang berkisar f/2.8 hingga f/4.0 f-stop. Walaupun aperture ini tidak memiliki kemampuan seperti lensa f/1.4. Namun dalam hal kemampuan mengumpulkan cahaya, aperture ini sering memberikan manfaat stabilisasi gambar yang dapat membuatnya serbaguna.

Bahkan ketika memotret dalam kondisi cahaya redup. Aperture kisaran f/2.8—f/4.0 sering memberikan kedalaman bidang yang memadai untuk sebagian besar subjek dan menghasilkan ketajaman yang baik. Aperture ini cocok untuk fotografi bertema perjalanan, olah raga, satwa liar, dan juga jenis fotografi luar ruangan lainnya.

Rekomendasi Lensa Aperature f/2.8 - f/4.0

f/5.6—f/8.0

Aperture ini cocok digunakan untuk keperluan fotografi lanskap dan arsitektur. Aperture ini juga cocokdigunakan untuk memotret sekelompok orang dalam jumlah yang besar. Aperture kisaran f / 5.6 sering memberikan ketajaman keseluruhan terbaik untuk sebagian besar lensa dan f/8.0 digunakan jika dibutuhkan bidang yang lebih dalam.

Rekomendasi Lensa Aperature f/5.6 - f/8.0

f/11—f/16

Aperture ini biasanya digunakan untuk memotret lanskap, arsitektur, dan fotografi makro yang membutuhkan kedalaman bidang sebanyak mungkin. Namun, Anda haru berhati-hati ketika berhenti di atas aperture f/8.0, karena Anda bisa kehilangan ketajaman gambar akibat efek difraksi lensa.

f/22 dan di Bawahnya

Aperture ini hanya menangkap f-stop yang kecil. Ketajaman pada aperture f/22 dan di bawahnya sangat terbatas, jadi Anda harus menghindari menggunakannya jika memungkinkan. Jika Anda perlu mendapatkan kedalaman bidang yang lebih baik, sebaiknya menjauh dari subjek Anda atau gunakan teknik pengambilan gambar lain.

 

Itulah contoh penggunaan aperture yang bisa Anda gunakan sesuai dengan kebutuhan fotografi Anda. Bisa disimpulkan bahwa aperture adalah penentu penting dari kualitas gambar yang Anda potret. Dengan menggunakan aperture yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan, Anda bisa menghasilkan gambar yang memiliki nilai estetika tinggi. Dari 6 penggunaan aperture di atas, mana yang paling sering Anda gunakan saat mengambil gambar?


Baca Juga 
Bagaimana Cara Memilih Lensa untuk Kamera Mirrorless?


Rekomendasi Kamera Mirrorless Full Frame Terbaik 2019










Author:

  • Profile Author
    JPC Kemang
    JPC Kemang Photography Store atau dikenal juga dengan JPC (Jakarta Photography Center). Toko JPC Kemang (OFF-LINE store) yang sangat nyaman beralamat di Jl. Kemang Raya No. 47C, Jakarta Selatan 12730. Dilengkapi dengan Kemang Cafe tempat bersantai bersama