JPC
  jpc@jpckemang.com   021-7180487
 
  • Gratis Ongkos Kirim Seluruh Indonesia S&K Berlaku

Articles

Berikut Dasar Penggunaan Kamera DSLR dan Mirrorless Untuk Pemula

Berikut Dasar Penggunaan Kamera DSLR dan Mirrorless Untuk Pemula

Kamera DSLR maupun kamera Mirrorless adalah kamera yang bagus untuk digunakan oleh pemula, apalagi banyak merk kamera Mirroless / DSLR yang memiliki produk untuk entry level yang ditujukan untuk fotografer pemula dengan harga yang lebih terjangkau.  

Namun belajar menggunakan kamera bisa menjadi tantangan tersendiri dan menguji tekad seseorang untuk belajar fotografi dengan lebih profesional karena ada banyak teknik dan tweak yang harus dipelajari untuk menghasilkan gambar dengan objek dan juga situasi yang berbeda-beda.  

Jangan mundur duluan karena semuanya bisa dipelajari pelan-pelan.  Berikut adalah beberapa tips dasar menggunakan kamera mirrorless / kamera DSLR untuk pemula. 

Apa itu aperture, shutter speed, dan ISO?

Ketiganya adalah trio yang wajib untuk Anda kenal ketika ingin belajar fotografi dengan menggunakan mode manual. Aperture adalah ukuran bukaan lensa yang biasanya bisa Anda lihat dengan ukuran f/2, f/5, f/11, dan sebagainya.  

Makin kecil angkanya makin lebar bukaan lensanya yang artinya makin banyak cahaya yang masuk ke lensa.  Fungsi pengaturan aperture adalah untuk menentukan kedalaman dimensi gambar. 

Shutter speed adalah kecepatan lensa dalam mengambil gambar, biasanya dinyatakan dengan 1/200 sec, 1/60 sec, dan sebagainya.  Makin lambat shutter speed maka makin banyak cahaya yang masuk.  Dengan menggunakan kecepatan shutter tinggi yang tepat, objek yang bergerak akan tertangkap utuh dan tajam.

Dang sedangkan shutter lambat digunakan untuk menciptakan efek pada objek menjadi blur misalnya air terjun atau sungai yang menjadi terlihat seperti kapas/kabut. Kemudian yang terakhir adalah ISO yang merupakan tingkat sensitivitas lensa terhadap cahaya dinyatakan dengan 100 ISO, 400 ISO, 3200 ISO, dan sebagainya.

Makin besar ISO makin bisa menangkap cahaya pada lingkungan yang kurang cahaya/gelap, namun semakin tinggi ISO maka resiko noise (gambar berpasir) lebih besar.  

Belajar komposisi gambar

Sebelum belajar mengenai pengaturan ISO, sebelum belajar untuk mengulik aperture, shutter speed, dan pengaturan lain yang ada pada kamera DSLR atau Mirrorless, belajar mengenai komposisi bisa jadi langkah awal yang mudah namun penting untuk pengambilan gambar yang menarik dan berkualitas.  

Gunakan kamera mirrorless / kamera DSLR untuk pemula untuk tidak hanya menempatkan objek pada frame, namun juga membuat gambar tersebut menjadi sebuah karya seni.  Beberapa aturan umum mengenai komposisi yang bisa Anda latih antara lain adalah:

·       Pastikan gambarnya seimbang, tidak miring ke samping, atau intensitas komposisi yang berat sebelah

·       Mengenali alur penglihatan manusia dengan kata lain bisa mengarahkan mata manusia kepada objek yang jadi focal point foto Anda

·       Memberikan highlight pada objek dengan meggunakan elemen komposisi pendukung. 

·       Pastikan gambar yang dihasilkan dapat bercerita

The rule of thirds

Rule of thirds masih ada hubungannya dengan menentukan komposisi foto.  Rule of thirds adalah membagi frame menjadi tiga bagian baik secara horizontal maupun vertikal.  Biasanya kamera DSLR, mirrorless maupun kamera smartphone memiliki pengaturan untuk memunculkan gridlines di mana pada layar akan tampak garis yang membagi objek menjadi 9 bidang.  Penempatan komposisi yang bisa memberikan point of interest adalah di antara garis atau pada garis yang bersinggungan.

Memilih titik fokus

Saat Anda menggunakan kamera mirrorless atau kamera DSLR untuk pemula maupun untuk professional maka saat membidik gambar, pilih titik fokusnya secara hati-hati karena perhatian orang akan langsung tertuju pada titik tersebut.  Sementara untuk elemen komposisi gambar yang di luar titik fokus adalah elemen yang bisa mendukung titik fokus, menambah nilai estetika, namun tidak menjadi pengalih perhatian. 

Mengubah perspektif angle

Foto yang paling membosankan adalah foto yang diambil dari sudut pandang mata orang biasa.  Kenapa?  Karena sudut pandang tersebut sudah akrab dengan kehidupan sehari-hari jadi tidak ada hal menarik yang bisa dilihat dari gambar tersebut.

Bermainlah dengan menggunakan kamera DSLR  untuk pemula atau kamera mirrorless untuk pemula dengan sudut pandang yang berbeda.  Misalnya dengan mendekatkan kamera pada objek, membidiknya dari atas, dari bawah, dan sebagainya.

Dengan demikian foto Anda nantinya bisa menghasilkan perspektif yang baru dan bisa membuat komposisi yang biasa saja menjadi lebih menarik karena angle yang unik.